Tuesday, October 13, 2015

Kerucut Terpancung

Saya menemukan sebuah dokumen dari Bapak Bob Prabantoro, guru Matematika di SMK Negeri 2 Wonogiri. Pada halaman 5 dari dokumen tersebut termuat tulisan seperti tampak pada gambar di atas. Nah, kita akan menggambar kerucut terpancung itu dengan lebih baik.

Untuk ini akan kita gunakan paket tikz dan terlebih dulu (dalam preamble) kita tetapkan beberapa warna yang digunakan.
\usepackage{tikz}
\usepackage[svgnames]{xcolor}
\definecolor{bistre}{RGB}{61, 43, 31}
\definecolor{stempel}{RGB}{0 34 85}
\definecolor{rusia}{RGB}{85 85 57}
Gambar kerucut ini akan kita buat simetris terhadap sumbu $\small Y$. Kita mulai dengan menggambar "selimut" kecucut. Berawal dari koordinat $\small(-2,0)$, ke arah kanan, kita buat busur-bawah sisi alas berjari-jari $\small2\, \textrm{cm}$ yang "dikuncupkan" sejarak $\small0,5\, \textrm{cm}$, lalu membuat apotema-kanan ke koordinat $\small(1,3)$, kemudian membuat busur-bawah sisi atas berjari-jari $\small1\, \textrm{cm}$ yang "dikuncupkan" sejarak $\small0,25\, \textrm{cm}$, dan diakhiri dengan membuat apotema-kiri dan membentuk kurva tertutup.
\draw[bistre,thick] (-2,0) arc (180:360:2cm and 0.5cm) -- (1,3) arc (0:-180:1cm and 0.25cm) -- (-2,0) -- cycle;
Hasilnya tampak pada Gambar 1 dalam dokumen terlampir di bawah ini.

Tahap kedua, akan kita isi warna "selimut" ini dengan memadukan pewarnaan oleh opsi shading. Dengan opsi shading=axis, kita pilih warna kiri, warna tengah, dan warna kanan, beserta tingkat keburamannya.
\fill[left color=Yellow!50!stempel,right color=Yellow!50!stempel,middle color=White,shading=axis,opacity=0.5] (-2,0) arc (180:360:2cm and 0.5cm) -- (1,3) arc (0:-180:1cm and 0.25cm) -- (-2,0) -- cycle;
Hasilnya tampak pada Gambar 2 dalam dokumen terlampir di bawah ini.

Tahap ketiga, kita buat busur-atas sisi alas berjari-jari $\small2\, \textrm{cm}$ yang "dikuncupkan" sejarak $\small0,5\, \textrm{cm}$, berbentuk garis putus-putus, dan berjalan dari koordinat $\small(-2,0)$ ke arah kanan.
\draw[densely dashed,rusia] (-2,0) arc (180:0:2cm and 0.5cm);
Hasilnya tampak pada Gambar 3 dalam dokumen terlampir di bawah ini.

Tahap keempat, kita buat busur-atas sisi atas berjari-jari $\small1\, \textrm{cm}$ yang "dikuncupkan" sejarak $\small0,25\, \textrm{cm}$, dan berjalan dari koordinat $\small(-1,3)$ ke arah kanan.
\draw[bistre,thick] (-1,3) arc (180:0:1cm and 0.25cm);
Hasilnya tampak pada Gambar 4 dalam dokumen terlampir di bawah ini.

Tahap akhir, kita isi warna sisi atas dengan opsi shading=axis, dengan memilih warna kiri, warna tengah, dan warna kanan, beserta tingkat keburamannya.
\fill[top color=Yellow!50!stempel,bottom color=white,middle color=gray!20,shading=axis,opacity=0.5] (1,3) arc (0:180:1cm and 0.25cm) -- (-1,3) arc (-180:0:1cm and 0.25cm);
Hasilnya tampak pada Gambar 5 dalam dokumen terlampir di bawah ini.

Dalam pengkodean selengkapnya, untuk menghasilkan gambar seperti tampak pada Gambar 5, perintah fill harus dituliskan lebih dulu sebelum perintah draw.
\begin{tikzpicture}
%mewarnai "selimut" dengan bayangan
\fill[left color=Yellow!50!stempel,right color=Yellow!50!stempel,middle color=White,shading=axis,opacity=0.5] (-2,0) arc (180:360:2cm and 0.5cm) -- (1,3) arc (0:-180:1cm and 0.25cm) -- (-2,0) -- cycle;
%mewarnai sisi atas dengan bayangan ------- 5
\fill[top color=Yellow!50!stempel,bottom color=white,middle color=gray!20,shading=axis,opacity=0.5] (1,3) arc (0:180:1cm and 0.25cm) -- (-1,3) arc (-180:0:1cm and 0.25cm);
%menggambar busur-bawah sisi alas, apotema-kanan, busur-bawah sisi atas, dan apotema-kiri
\draw[bistre,thick] (-2,0) arc (180:360:2cm and 0.5cm) -- (1,3) arc (0:-180:1cm and 0.25cm) -- (-2,0) -- cycle;
%menggambar busur-atas sisi atas
\draw[densely dashed,rusia] (-2,0) arc (180:0:2cm and 0.5cm);
%menggambar busur-atas sisi atas
\draw[bistre,thick] (-1,3) arc (180:0:1cm and 0.25cm);
\end{tikzpicture}
Demikianlah, untuk penampilan terbaik, silakan buka dokumen PDF di bawah ini dengan menggunakan Adobe Reader atau Adobe Acrobat Reader DC. Contoh dokumen tersebut saya susun dalam jaringan melalui Online LaTeX Editor ShareLaTeX
Semoga bermanfaat.

Adjie Gumarang Pujakelana 2015





No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...